Leave a comment

Proses Pembelajaran Pengukuran Waktu dengan Pendekatan PMRI di Kelas V Sekolah Dasar

A. Pendahuluan

Observasi terhadap proses pembelajaran materi Pengukuran Waktu pada kelas VB di SD Yayasan IBA Palembang dilaksanakan pada hari Selasa 18 Oktober 2011. Pembelajaran dilakukan oleh Bu Dewi selaku guru kelas dengan dibantu oleh Farida, serta diikuti oleh 29 siswa yang dibagi menjadi 7 kelompok. Sebelumnya siswa telah mendapatkan materi Pengukuran Waktu pada kelas IV, sehingga desain pembelajaran diawali dengan review kembali tentang materi tersebut. Dalam review tersebut menggunakan konteks jam dinding di kelas untuk mengingatkan kembali tentang penggunaan dan cara pembacaan jam. Kemudian mengarahkan siswa untuk lebih memahami materi tentang menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam.

Aktivitas yang dilakukan selanjutnya adalah siswa bekerja dalam kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) untuk menuliskan tanda waktu. Setelah memahami penggunaan jam secara mendalam, siswa dapat menuliskan tanda waktu dengan notasi 12 jam dari waktu yang diberikan dengan menuliskannya pada chart yang telah disediakan. Siswa menyelesaikan soal dalam LAS secara berkelompok dan mempresentasikannya di depan kelas, bagi kelompok yang berhasil presentasi diberi penghargaan berupa bintang yang selanjutnya dipasang pada papan keaktifan. Berikutnya, guru memberi beberapa pertanyaan tentang pembacaan jam dengan notasi 12 jam secara lisan dan siswa menanggapinya dengan penuh semangat. Selanjutnya, pembelajaran ditutup dengan pengerjaan Lembar Tugas Siswa (LTS) secara individu. Deskripsi tentang proses pembelajaran menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam akan diuraikan pada bagian selanjutnya.

B. Tujuan

Tujuan dari kegiatan observasi ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran pengukuran waktu dengan pendekatan PMRI dapat bermakna bagi siswa.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam kegiatan observasi ini adalah “apakah pembelajaran pengukuran waktu dengan pendekatan PMRI dapat bermakna bagi siswa?”

D. Deskripsi Data

Pembelajaran dimulai dengan pembagian siswa menjadi tujuh kelompok. Pemberian nama kelompok menggunakan nama-nama hewan yaitu harimau, singa, beruang, elang, zebra, gajah, dan badak. Setiap kelompok menerima papan keaktifan yang akan dipakai untuk memasang bintang penghargaan yang diperoleh setelah menjawab pertanyaan dan aktif di kelas.

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam proses pembelajaran pengukuran waktu dengan pendekatan PMRI:

  • Memberikan masalah kontekstual yang realistik sebagai upaya mengingatkan kembali tentang penggunaan dan pembacaan waktu.

Gambar 1. Guru memberikan masalah konteks

Aktivitas yang dilakukan adalah menggunakan jam dinding yang ada di kelas, jam weker digital, dan gambar alat pengukur waktu seperti stopwatch dan jam matahari. Guru mengadakan tanya jawab tentang perkembangan alat-alat yang dapat digunakan untuk mengukur waktu pada jaman dahulu, jaman sekarang, dan mengajak siswa mengembangkan kreativitasnya dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk menggambar alat pengukur waktu di masa depan. Siswa sangat antusias dalam menggambarkan jam masa depan mereka.

  • Tahap pemecahan masalah dan penemuan konsep menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam. Pada tahap ini, siswa dengan panduan guru diarahkan untuk menemukan konsep menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam melalui tanya jawab tentang aktivitas sehari-hari yang dilakukan siswa pada waktu yang berbeda, meliputi pagi, siang, sore, dan malam.
  • Tahap diskusi. Pada tahap ini, para siswa diarahkan untuk mendiskusikan masalah dalam Lembar Aktivitas Siswa secara berkelompok. Dan menanyakan kepada siswa bagaimana mereka mendapatkan jawaban tersebut dalam diskusi secara klasikal.

Beberapa penemuan dalam observasi tentang upaya siswa dalam menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam selama pembelajaran adalah sebagai berikut.

Siswa mencoba menggambarkan jam masa depan mereka dengan segala kreativitas masing-masing.

Gambar 2. Siswa berusaha menggambarkan jam masa depan mereka

Siswa membandingkan angka dari 1 hingga 12 yang tertulis dalam 2 tabel dan mencoba menuliskan jenis tanda waktunya.

Gambar 3. Siswa berusaha menentukan jenis tanda waktu

Siswa membaca jam dan menuliskan tanda waktunya dengan notasi 12 jam. Guru berkeliling memantau aktivitas siswa.

Gambar 4. Siswa menuliskan tanda waktu dengan notasi 12 jam

  • Tahap refleksi. Pada tahap ini siswa diajak merefleksikan apa yang telah dikerjakan dan apa yang telah dihasilkan dengan menyampaikan dan menuliskan pendapatnya di depan kelas. Para siswa sangat antusias dalam menyampaikan pendapatnya. Guru melakukan eksplorasi terhadap aktivitas siswa dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk mengungkapkan pendapatnya. Sedangkan jika masih ada pendapat yang belum tepat dari salah satu siswa, guru tidak langsung memebrikan jawaban yang benar tetapi menawarkan kepada siswa lain yang mempunyai jawaban berbeda lalu mengajak siswa diskusi secara klasikal sehingga siswa yang jawabannya masih belum tepat dapat menyadari sendiri kesalahannya.

Bagi siswa yang sudah berani maju ke depan kelas dan berhasil menyampaikan pendapatnya memperoleh penghargaan berupa bintang yang selanjutnya dipasang pada papan keaktifan untuk menunjukkan kelompok mana yang paling aktif selama proses pembelajaran, yaitu ditunjukkan dengan perolehan bintang terbanyak.

Gambar 5a. Antusias siswa menjawab pertanyaan guru dan menyampaikan pendapatnya di depan kelas

Gambar 5b. siswa menuliskan tanda waktu pada chart

Gambar 5c. siswa presentasi di depan kelas

  • Tahap selanjutnya adalah membantu siswa mengaitkan segala aktivitas dalam proses pembelajaran dengan konsep menentukan tanda waktu dengan notasi12 jam dan mamandu siswa untuk membuat simpulan terhadap materi yang telah dipelajari.
  • Tahap akhir, siswa diarahkan untuk mengembangkan, memperluas, dan meningkatkan hasil pemahaman mereka dengan menjawab pertanyaan guru secara lisan tentang menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam. Jika jawaban siswa masih kurang tepat guru memberi kesempatan pada siswa lain untuk mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, setelah semua memahami materi, siswa mengerjakan soal pada Lembar Tugas Siswa secara individu dengan waktu yang cukup singkat.

Gambar 6a. Siswa menjawab pertanyaan secara lisan

Gambar 6b. siswa mengerjakan Lembar Tugas Siswa secara individu

Gambar 7. Contoh model hasil pekerjaan siswa

E. Analisis

Permasalahan utama yang ditemukan dalam observasi ini adalah bagaimana menanamkan konsep menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam kepada siswa. Guru menerapkan pembelajaran dengan pendekatan PMRI untuk mempermudah siswa memahami konsep pengukuran waktu yang pernah mereka pelajari sebelumnya pada kelas IV yang selanjutnya mengarahkan siswa pada konsep menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam. Selain itu, dengan menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI, siswa diberi kebebasan untuk menggunakan pengetahuan yang mereka miliki, menguhubungkan dengan konsep yang relevan, kemudian dapat mengingatkannya kembali dengan proses belajar tersebut. Mereka dapat belajar berdiskusi dan mengeluarkan pendapat baik dalam kelompok maupun dalam bentuk presentasi di kelas. Selain itu, mereka dapat menemukan sendiri konsep materi yang sedang dipelajari dengan serangkaian aktivitas di kelas yang dipandu guru sebagai fasilitator. Dengan inquiri tersebut siswa tidak akan mudah lupa terhadap konsep yang dipelajari karena mereka mendapatkan pemahaman dengan keunikan cara mereka masing-masing.

Permasalahan lain yang dijumpai saat proses pembelajaran adalah waktu yang digunakan melebihi waktu yang telah dirancang dalam rencana pembelajaran. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: pada saat diskusi dalam kelompok ada beberapa kelompok yang sulit menyatukan pendapat sehingga membutuhkan waktu lebih  lama untuk menyelesaikan lembar aktivitas siswa. Selanjutnya, beberapa siswa masih malu-malu untuk mengungkapkan pendapatnya di depan kelas, hal ini ditunjukkan dengan pada waktu disuruh oleh guru untuk presentasi ke depan kelas membutuhkan waktu agak lama dan saat presentasi mereka menggunakan suara pelan sehingga tidak terdengar oleh semua siswa dan guru pun harus mengulanginya lagi.

Beberapa permasalahan yang dijumpai tersebut dapat muncul karena masing-masing dari pihak guru dan siswa belum terbiasa menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran. Masalah itu akan dapat diatasi seiring dengan waktu dan pembiasaan untuk menerapkan PMRI dalam proses pembelajaran Matematika. Serta evaluasi dan perbaikan terhadap design pembelajaran yang disesuaikan antara banyaknya aktivitas, tingkat kemampuan siswa, dan ketersediaan waktu untuk mendapatkan proses dan hasil yang lebih baik pada pembelajaran selanjutnya.

Selanjutnya, dalam PMRI dikenal istilah iceberg, yang digunakan untuk mendeskripsikan proses pemahaman siswa dari sesuatu yang real (dapat dibayangkan oleh siswa) menuju puncak dimana siswa mampu memahami simbol matematika yang bersifat abstrak, dalam hal ini adalah menentukan tanda waktu 12 jam. Berikut ini merupakan iceberg dari aktifitas yang telah dilakukan dalam pembelajaran menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam pada kelas V B di SD Yayasan IBA Palembang.

Gambar 8. Iceberg dalam pembelajaran menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam

F. Simpulan

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa pembelajaran menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam menggunakan pendekatan PMRI dapat bermakna bagi siswa serta siswa dapat memahami konsep dan mengetahui penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: